SEUMPAMA KATA YANG TAK BERTEPI
SEUMPAMA KATA YANG TAK BERTEPI
By: Albert
Setahuan itu, kata “tidak” adalah pilihan,
Beribu perjuangan dilelangkan di tanah kemakmuran Tuhan,
Isak tangis, rupawan hati berhiaskan kebahagian, diselangi berbagai panorama kemilauan,
Seakan-akan mengantar aku pada nirwana terakhir
Dari balik layar dan tirai keadilan,
Terdengar rong-rongan kata pujian, dukungan dan sorak-sorai seperti menyaksikan suatu laga pertandingan perebutan,
Berbalut, tepukan tangan dan tarian,
Petanda surga itu ada
Ya…ya… dan ya…jawabku
Diselah itu, aku bertanya pada Sang Khalik, apakah yang mereka maksud?
Atau apakah mereka hanyalah hiasan kata kesaksian?
Mungkinkah mereka bergembira?
Ataukah itu?
Ah….aahhh…ah itu kefanaan belaka,
Bagi mereka yang surga hanyalah khayalan belaka,
Sebab mereka menyingsingkan waktu demi sesaat, namun surga adalah kepastian bagi mereka,
Sadarkah mereka?
Dalam lamunan itu, aku mengumandangkan pekik peringatan,
Wahai manusia, lupakah kalian akan dunia keabadian?
Lihat … lihat … dan lihatlah di sana, itu hanyalah bayangan maut belaka,
Mengapa kepentinganmu hanya sepenuhnya pada yang fana?
Kalian ini seumpama kata yang tak bertepih,
Menyinmpul sajak pada keangkuhan pribadi tanpa merai dan membuka tirai surgawi,
Cara dan lagakmu terkesan sesaat, mengapa kalian perjuangkan sampai tak ada waktu untuk Dia,
Demi kalian, Dia menyaksikan tontonan itu,
Tegasku, sekiranya di ujung waktu penghabisan, kalian kembali pada Dia.
Label: Puisi

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda